Sabtu, 01 Mei 2010

pasal 372 KUHP

PENGGELAPAN ( Pasal 372 KUHP )
“ Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”
Dapat kita uraikan delik tersebut ke dalam unsur-unsurnya , yaitu unsur obyektif dan unsur subyektif.

Unsur Obyektif :
1) Menguasai untuk dirinya sendiri ( zich toeeigenen )
2) Suatu benda
3) Yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain
4) Yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan
5) Secara melawan hukum ( wederrechtlijk )

Unsur Subyektif :
1) Dengan sengaja ( opzettelijk )
a. Perbuatan zich toeeigenen harus dilakukan dengan sengaja
b. Pelaku harus mengetahui bahwa yang dikuasainya adalah suatu benda yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain
c. Pelaku harus mengetahui perbuatan zich toeeigenen itu bersifat melawan hukum
d. Pelaku harus mengetahui bahwa benda tersebut ada dibawah kekuasaannya bukan karena kejahatan









Penjelasan unsur Obyektif Pasal 372 KUHP
Zich toeeigenen
Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah menguasai suatu benda seolah-olah ia pemiliknya. Perlu ditekankan disini bahwa zich toeeigenen yang dimaksudkan adalah yang melawan hukum. Apabila penguasaan tersebut tidak bertentangan dengan sifat dari hak dengan hak mana benda itu dapat berada dibawah kekuasannya , maka ini tidak memenuhi unsur zich toeeigenen dalam pasal ini.
Wederrechtlijk
Dalam buku Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia ( 1997:354) mengatakan kata-kata pengganti wederrechtlijk dalam bahasa Indonesia adalah “secara tidak sah”
Suatu Benda
Tidak sembarang benda dapat dijadikan objek penggelapan. Yang dapat dijadikan adalah benda berwujud dan bergerak. Rumah dan Tanah tidak dapat. Juga yang dimaksud benda disini termasuk uang.
Yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain
Yang dimaksudkan dalam pasal ini adalah benda yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan/milik orang lain. Juga benda yang tidak ada pemiliknya (resnullius) atau benda yang semula ada pemiliknya namun pemiliknya telah melepaskan hak kepemilikannya terhadap benda itu ( res derelictae ) , tidak dapat dijadikan objek penggelapan.
Yang ada dalam kekuasaanya bukan karena kejahatan
Apabila B sebagai pemilik barang itu meminjamkan kalungnya kepada A untuk menghadiri sebuah pesta misalnya, namun A menjual,menukar,menghibahkan,ataupun menggadaikan kalung tersebut maka A dapat dituduhkan penggelapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar